Tuesday 03-02-2026

Dari Upah hingga Hunian, Langkah Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

  • Created Jan 28 2026
  • / 54 Read

Dari Upah hingga Hunian, Langkah Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan buruh kembali diperkuat melalui serangkaian kebijakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan pekerja. Pendekatan ini menunjukkan bahwa isu buruh tidak ditempatkan sebagai formalitas, melainkan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan sosial dan ekonomi nasional.

Salah satu langkah yang menonjol adalah komitmen pemerintah untuk memastikan penetapan upah minimum berjalan melalui mekanisme dialog antara pemerintah daerah, pengusaha, dan perwakilan buruh. Penyesuaian upah dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak, kondisi ekonomi daerah, serta keberlangsungan usaha, agar kenaikan upah tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja yang justru merugikan pekerja itu sendiri.

Selain isu pengupahan, pemerintah juga mulai memfokuskan perhatian pada aspek kesejahteraan non-upah yang selama ini menjadi beban utama buruh. Penyediaan hunian layak dan terjangkau di sekitar kawasan industri menjadi salah satu prioritas, dengan tujuan menekan biaya hidup, mengurangi waktu tempuh, dan meningkatkan kualitas hidup pekerja beserta keluarganya. Kebijakan ini dipandang sebagai solusi jangka menengah yang dampaknya lebih berkelanjutan dibandingkan pendekatan sesaat.

Di sisi perlindungan kerja, pemerintah menegaskan penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan, termasuk pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan buruh bekerja dalam kondisi yang aman, terlindungi, dan memiliki kepastian sosial apabila menghadapi risiko kerja maupun situasi darurat ekonomi.

Pemerintah juga membuka ruang dialog yang lebih luas dengan serikat pekerja sebagai mitra strategis. Aspirasi buruh diarahkan untuk disampaikan melalui jalur konstitusional agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang implementatif, bukan sekadar respons sesaat. Dialog yang berkelanjutan dinilai lebih efektif dalam menghasilkan perubahan nyata dibandingkan eskalasi ketegangan yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan lapangan kerja.

Dalam konteks ini, kebijakan yang sedang berjalan menunjukkan bahwa negara hadir dan bekerja secara bertahap. Proses memang tidak selalu instan, namun arah kebijakan telah bergerak pada penguatan kesejahteraan buruh secara struktural dan berkelanjutan. Menjaga ruang dialog yang kondusif menjadi kunci agar perjuangan buruh menghasilkan dampak nyata tanpa harus mengorbankan kepentingan yang lebih luas.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First