Saturday 15-08-2026

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsoran Pasca Gempa NTT

  • Created Aug 15 2026
  • / 241 Read

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsoran Pasca Gempa NTT

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran Kementerian PU bergerak cepat menangani dampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.

 

Gempa yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay tersebut berdampak pada sejumlah ruas jalan nasional di Pulau Flores. Material longsoran dilaporkan menutup dan mengganggu badan jalan di sejumlah titik.

 

Dody mengatakan kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam memastikan akses transportasi tetap terbuka bagi masyarakat serta mendukung proses penanganan pascabencana.

 

“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan,” ujar Dody, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak.

 

Sejumlah ruas jalan nasional yang dilaporkan mengalami gangguan akibat longsoran antara lain Malwatar–Batas Kota Ruteng, Ruteng–KM 210, Ruteng–Reo–Kedindi, KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, Gako–Aigela–Batas Kota Ende, Danga–Marapokot, Kota Ende–Wolowaru, serta Wolowaru–Maumere.

 

Untuk mempercepat penanganan, sejumlah alat berat telah dikerahkan ke lokasi terdampak. Di wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader bergerak menuju lokasi longsoran. Sementara di PPK 3.4, satu unit excavator dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup badan jalan.

 

Adapun di wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit excavator disiagakan di Ende. Peralatan tersebut digunakan untuk membuka akses dan menjaga konektivitas antarwilayah yang terdampak gempa.

 

Menteri PU menegaskan koordinasi antara petugas di lapangan dan pemerintah daerah harus terus diperkuat dalam proses penanganan.

 

“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Dody.

 

Kepala BPJN NTT Janto mengatakan, saat ini petugas memprioritaskan pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh ruas jalan nasional dan jembatan masih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan petugas.

 

“Untuk sementara, tim di lapangan masih memprioritaskan pembersihan material longsoran pada badan jalan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan karena kami masih mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah kemungkinan adanya gempa susulan,” ujar Janto.

 

Kementerian PU memastikan pemantauan kondisi infrastruktur terus dilakukan seiring situasi di lapangan. Data kerusakan akan diperbarui secara berkala dan penanganan dilakukan berdasarkan hasil asesmen.

 

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan akses jalan nasional tetap berfungsi dan dapat mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan dalam proses penanganan bencana di NTT.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First