Jangan Terprovokasi, Indonesia Tetap Terkendali
- Created Jan 18 2026
- / 171 Read
Di tengah derasnya arus informasi di ruang publik dan media sosial, masyarakat Indonesia dihadapkan pada berbagai narasi yang berpotensi menimbulkan kecemasan. Salah satunya adalah ajakan untuk memandang situasi nasional sebagai kondisi darurat dan mendorong persiapan ekstrem. Dalam situasi seperti ini, ketenangan dan kejernihan berpikir menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjebak pada kepanikan yang tidak perlu.
Pernyataan Dharma Pongrekun, yang mengimbau masyarakat menyiapkan cadangan darurat selama tujuh hari, perlu disikapi secara proporsional. Setiap pendapat tentu boleh disampaikan, namun publik juga perlu membedakan antara pandangan personal dengan kondisi faktual yang ditetapkan oleh otoritas resmi negara.
Fakta objektif menunjukkan bahwa Indonesia saat ini tidak berada dalam status darurat nasional. Aktivitas masyarakat berjalan normal, layanan publik tetap berfungsi, dan negara terus menjalankan tugasnya dalam menjaga stabilitas keamanan, sosial, serta ekonomi. Pemerintah memiliki sistem mitigasi risiko, cadangan logistik, dan mekanisme respons cepat yang aktif dan terkoordinasi.
Kesiapsiagaan memang merupakan bagian dari budaya tangguh menghadapi risiko. Namun, kesiapsiagaan berbeda dengan kepanikan. Ketika narasi kewaspadaan berubah menjadi ajakan takut dan cemas secara kolektif, hal tersebut justru dapat melemahkan ketahanan sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem yang sedang berjalan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dibangun tanpa data resmi dan konteks yang utuh. Sikap kritis, kemampuan menyaring informasi, serta kebiasaan merujuk pada sumber yang kredibel menjadi benteng utama dalam menghadapi isu-isu sensitif yang beredar luas di ruang digital.
Ketahanan nasional tidak hanya dibangun oleh kekuatan negara, tetapi juga oleh kedewasaan warganya dalam bersikap. Ketika masyarakat mampu merespons isu dengan tenang, rasional, dan tidak reaktif, maka ruang bagi provokasi, disinformasi, dan kepanikan akan semakin menyempit.
Saat ini, yang dibutuhkan Indonesia adalah persatuan, kepercayaan, dan kewaspadaan yang sehat. Dengan tetap tenang dan tidak terprovokasi, masyarakat turut berperan menjaga stabilitas nasional. Waspada boleh, panik jangan, karena Indonesia kuat ketika warganya berpikir jernih dan bersatu.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First

















