Tuesday 03-02-2026

BGN Tegaskan Keselamatan Penerima Manfaat dalam Evaluasi Program MBG

  • Created Jan 26 2026
  • / 10652 Read

BGN Tegaskan Keselamatan Penerima Manfaat dalam Evaluasi Program MBG

Kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius pemerintah. Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama, sekaligus memastikan program tetap berjalan dengan perbaikan menyeluruh di lapangan.

Dalam setiap laporan kejadian, BGN berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis cepat dan memadai. Sampel makanan, bahan baku, serta peralatan dapur langsung diamankan dan diuji di laboratorium guna memastikan penyebab gangguan kesehatan. Dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terindikasi bermasalah dihentikan sementara operasionalnya sampai hasil pemeriksaan keluar dan perbaikan dilakukan. Langkah ini ditempuh agar distribusi makanan berikutnya benar-benar aman dikonsumsi.

Selain penanganan insiden, BGN memperkuat pencegahan dengan memperketat standar operasional prosedur (SOP) di seluruh rantai penyediaan MBG. Pengetatan mencakup pengendalian kebersihan dapur, sanitasi peralatan, pemisahan bahan mentah dan matang, serta pengawasan suhu makanan agar tidak berada terlalu lama di zona berisiko. Sertifikasi higiene dan sanitasi dapur juga dipercepat untuk memastikan setiap SPPG memenuhi standar keamanan pangan sebelum beroperasi penuh.

BGN juga mendorong pelatihan rutin bagi pengelola dapur dan relawan MBG, bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan akademisi. Pelatihan ini menitikberatkan pada praktik food safety, manajemen waktu distribusi, serta deteksi dini potensi kontaminasi. Di beberapa wilayah, uji cepat keamanan makanan mulai diterapkan sebagai lapisan pengaman tambahan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

Dari sisi tata kelola, evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menutup celah operasional yang berpotensi menimbulkan risiko. Mekanisme pengawasan diperkuat melalui inspeksi berkala dan audit acak di titik produksi serta distribusi. Pemerintah juga memastikan skema pembiayaan penanganan korban berjalan jelas agar keluarga tidak terbebani biaya perawatan jika terjadi insiden.

Dengan rangkaian langkah tersebut, BGN menegaskan komitmennya bahwa MBG bukan sekadar program distribusi makanan, melainkan upaya sistematis membangun layanan gizi yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Perbaikan dilakukan tanpa menghentikan manfaat utama program, sambil memastikan setiap anak menerima makanan bergizi dengan standar keamanan yang terus ditingkatkan.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First